Kondisi Datsun Setelah “Disiksa” Lebih 5.000 Km

Kondisi Datsun Setelah “Disiksa” Lebih 5.000 Km

Banyak keraguan yang membayangi performa dan ketahanan LCGC. Itulah kenapa, Datsun Indonesia ingin menepis dua hal tersebut lewat Datsun Risers Expedition (DRE), sebuah penjelajahan ke berbagai daerah di Indonesia menggunakan mobil standar. Hasilnya, setelah dua gelombang yang menempuh jarak total 5.390 km, mobil-mobil Datsun belum mendapat problem.

DRE sudah melalui gelombang pertama menyurusi Jawa-Bali-Lombok yang menempuh jarak sekitar 3.090 km. Lalu disusul petualangan dari Sulawesi Utara menuju Sulawesi Selatan sejauh 2.300-an km. Hanya beberapa masalah kecil yang dialami rombongan.

“Sejauh ini tidak ada masalah serius. Paling cuma ganti bohlam beberapa, ban pecah karena kondisi alam. Satu mobil ganti kondensor AC karena kena batu, itu pun bukan mobil risers, tapi mobil dokumentasi,” kata Dwi Pandanu Prakoso, mekanik Nissan-Datsun Halim yang ikut mendampingi rombongan selama ekspedisi.

Datsun Indonesia membawa dua mekanik lengkap dengan perabotan yang dibutuhkan dalam satu mobil. Beberapa suku cadang juga dibawa, terutama yang berstatus fast moving. Andai ada kerusakan berat, Datsun akan memanfaatkan jaringan terdekat untuk proses perbaikan dan ketersediaan suku cadang.

Medan
Sebagai gambaran sebuah uji ketahanan, rute yang dilalui DRE cukup keras dan tanpa kompromi. Hampir semua tipe jalan dilalui, mulai dari aspal mulus, bergelombang, jalan rusak, kerikil, hingga beberapa kali “menghajar” lubang.

Tak terhitung sudah berapa tanjakan terjal yang dilewati mobil ini, namun mesin 3 silinder 1.200 cc Datsun Go+ Panca tak pernah mengeluh. Kepada KompasOtomotif, Anggarita Rasmiputri, salah satu risers yang mengikuti ekspedisi gelombang kedua di Makassar, mengatakan puas dengan kinerja mesin.

“Saya sempat ragu di awal. Tapi setelah mencoba, mobil ini tidak pernah kekurangan tenaga. Tarikannya paling baik di kategori LCGC. Buktinya, buat menanjak terjal dengan mobil bermuatan penuh, Datsun tidak ngos-ngosan,” kata Anggarita yang juga menjadi salah satu pebalap wanita Indonesia itu.

Anggarita juga mengatakan bahwa performa mesin tidak menurun meski dipakai jalan jauh. Dirinya juga mengaku tidak menemukan masalah terhadap performa, bahkan soal suspensi yang sering “menghantam” jalanan rusak sepanjang perjalanan.
DRE belum berakhir sampai di sini. Masih menanti Kalimantan dan Sumatera sebagai daerah yang akan dijelajahi selanjutnya, menggunakan mobil yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *